“Thanks,” kata Elvina saat di perjalanan menuju pulang ke apartemennya. “Untuk apa?” William pura-pura tak peka. “Untuk mobilnya lah. Buat apalagi?” jawab Elvina ketus. “Kamu bisa bersikap manis gak sih sama saya? Jangan sama Mama Papa aja kamu manis banget,” protes William yang melihat Elvina tidak ada kelembutan sama sekali. Apa istrinya itu tak tersentuh setelah dibelikan sebuah mobil? Elvina melirik ke arah William dan hendak berkhotbah ria. William segera berkata, “Jangan marah dulu. Saya 'kan nanya.” Ogah kena semprot, William mengatakan itu dengan nada rendah seolah sedang meredam emosi Elvina. “Maaf,” lirih Elvina, terdengar menyesali sesuatu. “Untuk apa juga?” William bingung, permintaan maaf untuk kesalahan yang mana? Jika dihitung, mungkin bisa untuk satu judul novel.

