Rafael terus menghubungi Elvina setelah wanita itu melakukan sesuatu yang membuat dirinya marah. Elvina tak berniat untuk menjawab panggilan dari Rafael, ia hanya membaca pesan yang dikirimkan oleh pria tanpa ingin membalasnya. Sepulang dari kantor, mobil Rafael menghadang mobil yang dikendarai Elvina hingga Elvina terpaksa turun dari mobilnya. “Ikut aku sebentar.” Rafael tanpa basa-basi meraih tangan Elvina dan menariknya menuju mobilnya. “Kak? Vina gak mau bahas itu lagi!” pekik Elvina mencoba melepaskan genggaman Rafael. “Masuklah,” pinta Rafael tak ingin mendengar bantahan. Elvina terpaksa memasuki mobil milik Rafael. Pria itu segera menyusul memasuki mobilnya. Namun, posisi mereka ada di kursi belakang tanpa sopir, alias Rafael ingin berbicara di tempat itu juga tapi di dalam mo

