Teman Tak Berguna

1132 Kata

“Maafin Vina, Kak,” lirih Elvina yang masih di dalam pelukan pria itu. “Ayo, kamu masuk ke mobil.” Pria itu melepaskan pelukan, lalu meraih tangan Elvina, membawanya menuju pintu penumpang, tak lupa ia membukakan handle pintu mobil agar Elvina segera masuk. Pria itu lalu berlari kecil, memutari mobil dan segera masuk di kursi pengemudi. Banyak sekali pertanyaan yang ingin ia serukan, akan tetapi melihat Elvina gemetar dan menangis membuatnya mengurungkan niatnya. Sekian lama suasana hening, pria itu memulai percakapan. “Ada masalah apa? Keluargamu lagi?” tanya pria itu sesekali menatap Elvina dan yang ditatap kini menatapnya juga, masih terlihat ada genangan air mata yang terus mengalir di pipi basahnya. “Maaf,” lirih Elvina yang masih sesegukan dan tangannya sibuk mengusap pipinya un

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN