17: When The Door is Broken

2110 Kata

“Uhhuk-uhhuk.” Samantha terbatuk ketika ia membersihkan debu-debu yang menutup seluruh lantai rumahnya. Mendengar hal itu, Sebastian pun langsung segera mendekat, membantu Samantha dengan memberikan sapu tangan miliknya. “Silakan anda pakai ini sebagai masker,” ucap Sebastian sembari menyodorkan sapu tangan berwarna putih miliknya. Samantha menatap sapu tangan itu lekat, mengamatinya betul-betul. Sapu tangan itu berwarna putih, ia takut jika memakainya maka sapu tangan itu pasti akan kotor. Dan kotoran yang menempel pada kain berwarna putih akan lebih susah untuk dibersihkan. “Sapu tanganmu akan kotor,” ujar Samantha mengutarakan isi kepalanya. “Aku bisa mengatasi ini.” “Kurasa kita tidak per berdebat hanya karena sapu tangan, Nyonya Muda. Sudah tugas saya menjaga anda bahkan dari d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN