“Maafkan aku … Maafkan aku ….” Sebastian mendekap tubuh Samantha, gemetar karena isak yang tak henti, menyesal yang tak akan pernah merubah keadaan, sebuah penyesalan yang membawa mimpi buruk yang baru untuk Sebastian. Lama Sebastian terus mengatakan permintaan maaf, berharap jika tubuh bak lilin itu akan membalas dekapannya atau setidaknya mengataka satu kata. “Aku … aku akan menghabisi b******n itu!” Sebastian lantas bangkit, dalam penyesalannya yang begitu mendalam, amarahnya timbul. Dia tahu tak mungkin bisa merubah keadaan yang telah terjadi, setidaknya ia bisa membuat James jatuh ke dalam penyesalan yang serupa dengannya. Saat Sebastian hendak pergi, tangannya tertahan oleh genggaman Samantha. Langkah kakinya pun terhenti, ia menoleh dan melihat gadis itu menatapnya dengan tatapa

