28: Goodnight Kiss

1111 Kata

“Cantik.” Satu kata itu membuat debaran jantung hati Samantha bergemuruh tak karuan, ia menatap lekat pada Sebastian yang tengah mengobatinya. Wajahnya mulai panas, Samantha dilanda kepanikan. Ia cemas jika Sebastian tahu jika saat ini dirinya sedang tersanjung hanya dengan sebuah kata yang sebenarnya sering ia dengar itu. Mengapa berbeda, jika orang lain yang mengatakannya, Samantha tak merasakan apapun. Wanita itu sudah terbiasa dikatakan cantik dan dipuji oleh beberapa orang yang melihatnya penampilannya. Tapi mengapa saat Sebastian yang mengatakannya, terdengar berbeda karena satu kata itu berhasil meruntuhkan tembok pertahanannya. Tiba-tiba saja Samantha berdiri, ia menatap Sebastian sekilas saja lalu melangkah menuju ke kamar yang telah disediakan oleh Sebastian. Langkah Samanth

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN