Kedatangan Pemimpin Perusahaan

1515 Kata

"Sok-sokan mau kerja, bisa kerja apa sih dia begitu," gerutu Seroja saat melihat Niskala yang sudah bersiap berangkat kerja. Beberapa saat yang lalu, setelah sarapan Niskala memang berpamitan kepada Seroja dan Adnan untuk pergi bekerja. Namun, tentu saja keduanya tidak ada yang peduli. Bahkan, Seroja justru terlihat keberatan karena baginya, Niskala lebih cocok berdiam diri dan mengurusi pekerjaan rumah tangga. "Ada apa sih pagi-pagi begini udah mencak-mencak, Bu?" tanya Raras. Ia baru saja keluar dari kamar dan melihat Seroja yang sibuk menggerutu. "Itu loh Niskala. Dia mau kerja, gegayaan banget. Emang bisa kerja apa dia itu?!" ketus Seroja sembari menatap Raras—menantu kesayangannya. "Ya palingan jadi tukang bersih-bersih, Bu," sahut Raras. Ia tertawa geli membayangkan Niskala bersi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN