"Tuan Hadinata ingin membuat kesepakatan dengan keluarga Wiryawan untuk membebaskan Alina. Apakah Anda akan diam saja, Nona?" Erhan yang sejak tadi duduk diam di sofa tiba-tiba saja melontarkan sebuah pertanyaan. Vira yang sedang fokus membaca berkas laporan di tangannya seketika menegakkan kepala. Wanita itu melihat Erhan dengan menyipitkan kedua matanya. Dia berusaha menebak ada maksud apa di balik pertanyaan itu. Vira merasa selama ini Erhan tidak hanya bertindak sebagai seorang pengawal pribadi, tapi pria itu juga sering ikut andil dalam mengambil keputusan, baik yang berkenaan dengan perusahaan atau masalah pribadi Vira sendiri. Dan herannya, apa yang diputuskan oleh Erhan tidak pernah meleset. Oleh karenanya, Vira tidak bisa menolak campur tangan laki-laki itu dalam setiap masala

