sisi Novan yang lain...

1052 Kata
Melihat Novan yang seperti itu membuat kepalaku banyak pertanyaan,,siapa dia,, kehidupan apa yang ada di balik sikap tenang nya,,mengapa dia punya sisi seram seperti tadi... Aku yang diam dengan pikiran ku membuat dia menatapku..."aku,,aku hanya ingin tahu sedikit lebih banyak tentang mu" ujarku takut menyinggung nya... "tentu,,apa yang ingin kamu tahu??" ujarnya tenang dan manis,, seperti Novan yang selalu ku kenal..."kamu,,bisa menjadi seram sekali saat marah,, seperti aku tidak mengenali mu" tuturku sambil menunduk... "iya,,itulah aku,,ku harap saat kamu tahu semua tentang aku dan hidupku kamu tidak akan meninggalkan ku" ujarnya dengan nada berat dan ada kepiluan yang terdengar di sana... "aku akan berusaha menerima" ujarku meyakinkannya dan diriku sendiri... "belum saatnya,,kita akan bercerita nanti,, sekarang ayo fokus belajar,,kelas sebentar lagi di mulai" ujarnya sambil duduk di bangkunya dan mulai fokus belajar karena guru sudah memasuki kelas kami...Akupun ikut fokus dengan pelajaran yang di jelaskan oleh guru di depan... melupakan sejenak tentang Novan dengan sisi lainnya... Sesekali ku lihat ke arah nya,,dia terlihat sedang memikirkan sesuatu,, seperti pikiran nya tidak di sini...... POV Novan... Aku Novan Adiyaksa,,anak sulung dari pengusaha batu bara Amir Adiyaksa,,terkenal kejam dalam bisnis baik legal maupun ilegal,,aku yang dari kecil di didik oleh ayahku yang selalu menanamkan laki-laki harus tegas dan kuat dalam bertindak membuatku dewasa dengan keadaanku,, untuk anak-anak seusia ku,,aku termasuk berpikir lebih maju... Ibuku seorang guru dan perempuan yang lembut,,tak bisa mengimbangi ayahku yang keras dan kejam,,membuat ibuku berpisah dari ayah yang egois,,tentu aku ikut ayahku karena aku ibaratkan putra mahkotanya,,hingga ayahku menikah lagi dengan seseorang dan aku memiliki saudara tiri.. Saudara tiri yang iri akan status ku selalu melakukan segala hal untuk menjebak ku di hadapan ayahku,,kondisi ini membuatku selalu berhati-hati dan cermat dalam melangkah... Meski begitu aku tetap seorang anak yang ingin memiliki kasih sayang utuh ... Pernah suatu saat di TK,,aku yang tak pernah memiliki sosok ibu di ejek teman-teman ku... Aku menangis di pojok sekolah di tambah saudara tiriku yang memperkeruh keadaan,,membuatku semakin merasa dunia tak adil...Di situlah aku melihat gadis kecil yang lucu itu,,rambut di kuncir dua,,pendiam sekali tapi dia punya banyak cinta untuk di bagi kepada orang di sekitarnya,,dia berjalan menuju arah ku,,duduk di sisiku yang sedang terisak,, menggenggam tanganku dan berkata "aku akan menemanimu,,jangan menangis lagi,,kita akan menjadi teman" ujar gadis kecil itu seketika menghentikan sak tangisku,,ku lihat dia tersenyum... Manis sekali membuat aku ikut tersenyum dan melihat dunia berbeda di matanya .. sejak saat itu aku jatuh dalam hatinya...Iya itu kamu Vania... Vania kecil yang membuat aku berani datang ke sekolah hanya untuk bermain denganmu... Hingga waktu dan jarak memisahkan kita... tak pernah ku sangka kau,, datang kembali dalam hidupku dengan wujud yang lebih indah... gadis kecil sudah remaja menjelma bak bidadari... Sementara aku di sini,,aku memilih ikut ibuku setelah lulus sekolah menengah pertama,,aku memilih kehidupan sederhana bukan sebagai pewaris Adiyaksa,, karena sikap saudara tiriku dan ayahku yang selalu membuat aku berada dalam kesulitan... Aku,,harus masuk dalam dunia kejam dan memperkuat kedudukan ku di dunia bisnis bawah tanah dalam usia belia... namun,,di dekat ibuku aku hanyalah anak baik,,anak laki-lakinya yang penurut dan cerdas sesuai keinginannya... Dan siapa sangka keputusan ku ikut dengan ibuku,, membuat ku bertemu dengan mu lagi... 'Vania,, apakah kamu masih bisa menerima Novan dalam sisi kelam??' ujarku dalam hati... Di sisi sana ku lihat kamu yang begitu tenang,,anggun dan kamu bercahaya,, menarik ku dari dalam kegelapan hidupku,, membuat ku ingin berada di dekat mu agar terangmu membias padaku yang di kelilingi kegelapan... Di sisimu membuatku ada arah dan tujuan,,, yaitu membahagiakan mu,, mempertahankan senyum indah mu agar selalu dapat ku nikmati... Sebisa mungkin aku membuat mu aman di dekatku,, mungkin belum saatnya kamu tahu siapa aku sebenarnya Vania,,'bersabar sebentar lagi saja' ujarku dalam hati... Nanti akan ku ungkapkan semua tentang ku di hadapan mu,,dan membiarkan kamu memilih jalanmu .. Ku lirik Vania,,,serius sekali melihat soal-soal yang di jelaskan guru di depan,,wajah ya semakin imut saat sedang serius seperti ini... mata bundar nya membuat dia terlihat seperti boneka... Aku tersenyum melihatnya,,sungguh kamu sudah mengalihkan duniaku... "apa sih lihat-lihat??" sentaknya melotot pada ku yang sedari tadi memandang nya... "kamu,, bersinar seperti bintang,, apalagi kalau lagi mode serius seperti tadi" ujarku merayunya,, lucunya dia tersipu malu,,mukanya memerah seolah darah menghangatkan lebih di sana... "biasa saja jangan banyak menggombal" ujarnya menutupi salah tingkahnya... aku hanya tersenyum melihatnya,,manis sekali... Lonceng berbunyi tanda kelas selesai,,aku menghampirinya "mau ke kantin?" tawarku padanya,,sejak kejadian yang tidak mengenakkan itu dia tak pernah ke kantin sekolah... "aku,,tidak mau!!" jawabnya yakin dan ada rasa takut di sana.."tidak apa,,ada aku ayo kita ke kantin bersama" ujarku lagi berusaha membujuknya... "Hem,,tapi aku tidak mau" ujarnya sedikit ragu... "baiklah,,aku ke kantin sebentar,, tunggu di sini oke?" ujarku sembari berlalu ke kantin membelikan makanan untuk nya dan untuk ku juga... Di kantin Selly lagi-lagi mendekati ku... Aku sigap menghindar dan menatapnya dengan ancaman... Dia diam,,tak berkutik,,aku berlalu kembali ke kelas membawa roti dan s**u untuk Vania,,,"ini,,ayo makan kamu tidak bawa bekal kan??" ujar ku sambil menyerahkan kantong plastik kepadanya... Lalu aku duduk di sisinya sambil menikmati rotiku... Dia menatapku,, seperti ingin bicara tapi tak satupun kata keluar dari mulutnya... Vania ku selalu seperti itu,,dia berkata dalam diam,, sungguh membuatku harus menebak semua yang ingin dia katakan... " mau bicara?" tanyaku menyadarkan nya dari lamunannya yang entah apa isinya... "Hem,,,aku masih penasaran apa yang membuat Selly tidak berani bertindak?" pertanyaannya bisa saja ku jawab tapi itu akan membuka sisi gelapku.... "tidak ada,,sudah ku katakan aku punya bukti kesalahan nya yang tidak bisa di tolerir,,jadi dia merasa terancam" penjelasan ku tidak membuat Vania puas... "bukti apa?" cecarnya lagi... "bukti,,ya bukti,, sudahlah itu bukan urusan mu sayang,,yang penting kamu aman di sisiku,, jangan jauh-jauh dariku oke?" ujarku berusaha menenangkan hatinya... dia hanya mengangguk dan melanjutkan menelan rotinya... Melihat mulutnya yang penuh seperti anak kecil itu membuatku tersenyum... Dia melihat ku "ada yang lucu?" ujarnya saat sadar aku sedang menatap nya dengan tersenyum geli..."kamu lucu saat mengunyah makanan dengan mulut penuh .. seperti kelinci" ujarku dengan senyuman membuat dia diam dan berbalik,,aku tahu dia sedang tersipu malu... Vaniaku sungguh unik,,dia tak perlu banyak kata untuk membuat orang di sekitarnya mengerti bahwa dia orang yang baik,,dia sempurna dengan cintanya,,,yang masih menjadi pertanyaanku,,apa yang dia alami sebelum pindah ke sini,, seperti ada luka dalam dan trauma yang membuat sisi cintanya tenggelam... Vania kecil yang aku tahu dia tak sedingin ini... Aku akan menyelidiki nanti... Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN