lawan lama

896 Kata
Bayu,, berhasil menerobos program lawan dan ngumpulkan informasi sebanyak mungkin dan secepat mungkin sebelum program mereka menyerang balik.... "b******k,,siapa mereka?? apa hubungan mereka dengan Vania,,semua video juga sudah terhapus permanen,,aku harus kasih tahu Monica" ujar laki-laki bernama Yuda,,Yuda adalah orang Monica dan salah satu orang yang membully Vania,,,Yuda juga bukan anak orang sembarangan,,ayahnya adalah dosen di sebuah universitas ternama bagian IT,,,tentu kemampuan program nya di dapat dari sang ayah dan juga semua aksesnya.... sayangnya kemampuannya di pergunakan di jalan yang salah.... "hallo,, Mon program di tembus,,semua video terhapus permanen,,kita gak bisa lagi main-main sama Vania,,semua jadi gak seru" ujar Yuda... "ya udah,,kita cari aja dia di mana,,kita ulang lagi aja bikin videonya,,atau kita siarin secara live??" kekeh Monica..."seru juga tuh,,tapi sepertinya Vania dapat perlindungan yang gak kaleng-kaleng,,gila aja bisa nembus program gue woiiii,,,gak pernah terjadi nih..." ujar Yuda lagi... "ah,,kamu kebanyakan mikir,,siapa sih yang peduli dia,, palingan kakaknya yang cupu itu..." ujar Monica yakin..."oke lah,,gue urus dulu kalo gitu" Yuda mengakhiri telpon... "emang siapa juga sih yang mau nolongin Vania,,Sok cantik itu.... palingan orang baru yang naksir dia,,kalo tahu kondisi dia juga nyerah hahahah" kekeh Monica berbicara sendiri dengan dirinya... "aku gak kalah cantik kok,,, kenapa semua mata tertuju pada Vania g****k itu sih!!!" ujarnya lagi geram sambil menatap dirinya di depan cermin... Muka cantik hasil oprasi plastik itu membuatnya bangga,,dagu runcing hidung runcing,,semua palsu belaka... Membuatnya begitu benci dengan wajah Vania yang cantik apa adanya,, terlebih Vania orang yang kurang bergaul sehingga terkesan sombong... Di sisi lain,,"boss,, program mereka berhasil di retas,,semua informasi sudah di salin dan semua video sudah di hapus permanen,, untuk sementara ini yang bisa kita lakukan untuk Vania agar tak ada yang mengancamnya lagi" ujar Bayu lewat telpon... "baiklah,,kirim email ke saluran aman,,aku masih di rumah sakit menemani Vania,,ini juga akan memakan proses panjang,, karena Vania harus terapi dengan psikiater untuk mengobati traumanya" ujar Novan dengan nada sedikit lelah,, "kami siap membantu kapanpun,,kami tidak sendiri,,kita teman bukan??" ujar Bayu memberikan semangat..."terimakasih,,kalian yang terbaik" ujar Novan lagi sambil menutup telpon... Kedua kubu sudah menantikan api peperangan secara tidak langsung,,dan masa ini Vania memiliki lebih banyak orang yang mendukung nya,,dan garda terdepan adalah Novan,,dia mengerahkan segala yang dia miliki untuk melindungi Vania,,tanpa dia tahu... otak di balik orang-orang Monica adalah seseorang yang begitu dia kenal.... Pagi ini,,Vania sudah bersiap pulang dari rumah sakit,, kedua orangtuanya sudah datang menjemputnya... Dia melihat ke sekitar mencari sosok Novan yang tak terlihat "Novan masih harus sekolah,,izin cuma satu hari sayang,,nanti dia akan ke rumah menjenguk mu,,tenanglah" ujar ibu Vania sambil membelai rambut panjang Vania dengan penuh kasih .. "hemmmmm" gumam Vania menunduk,,seolah ada sedikit kecewa.... Sesampainya di rumah Vania segera ke kamar dan beristirahat,,, tubuhnya masih sedikit lemas,,dalam benaknya berpikir kembali kejadian beberapa hari lalu,,dan "apakah Monica dan teman-temannya kembali,,lalu apakah dia akan mengusikku lagi?? dan apa yang akan aku lakukan,, bisakah Novan menjadi sandaran ku,,atau aku akan mengatasinya sendiri saja??" banyak pikiran yang berseliweran di otak Vania,,"dan siapa Novan sebenarnya,, kenapa dia punya akses dan jaringan seperti itu???" ini yang lebih membuat Vania penasaran... Yang di pikirkan ternyata datang,,Novan mengetuk pintu kamar Vania dan masuk,,Vania yang masih berbaring di tempat tidur segera duduk dan bersandar di kepala ranjangnya "hai,,udah enakan?" sapa Novan sambil duduk di sisi ranjang,,"hemm" gumam Vania dengan sedikit lesu,,ada hal yang ingin dia tanya tapi dia takut itu mengusik Novan,,dan dia takut kenyataan yang dia terima nanti..."kenapa?? ada yang ang mengganjal pikiran mu?" tanya Novan seolah tahu isi hati Vania... Vania mengangguk,,"tanyakan saja,,aku tidak akan menyembunyikan apapun darimu" ujar Novan lagi meyakinkan Vania dan dirinya sendiri,, untuk membuka identitas nya pada Vania,, entah mengapa dengan Vania Novan merasa semua akan baik-baik saja,,dan sanggup melakukan apa saja... "kamu?? siapa kamu?? atau apakah kamu??? aku memikirkan semua itu,,aku merasa kamu bukan orang biasa" ujar Vania dengan mata berkaca-kaca... Membuat Novan menghela,,lalu menggenggam tangan Vania menatap matanya dalam berharap kejujuran yang dia katakan dapat membuat mata itu tenang... "aku adalah Novan,, Novan Adiyaksa,,mungkin kamu pernah dengar nama Adiyaksa?? di kalangan pebisnis ayahku adalah orang yang kejam,,baik bisnis legal maupun ilegal,,dan aku adalah Novan yang terbentuk dari seorang ayah seperti itu,,banyak sekali yang ingin ku katakan padamu tentang diriku,,tapi keadaan mu lebih penting saat ini,,kamu cukup tahu tentang ku saat ini adalah aku seorang hacker program,,nanti akan ku tunjukkan padamu duniaku,,tapi perlahan saja,,kamu harus menyiapkan dirimu,, untuk melawan lawan lama,,dan menyelesaikan semua ketakutan mu ini,, bukankah itu yang lebih penting kita lakukan??" ujar Novan berusaha jujur,,walau dia tak ingin Vania terlalu banyak tahu tentang nya... dunianya terlalu hitam,,dia ingin menjadikan Vania kekuatan nya bukan kelemahannya... Vania diam,, menelaah nama 'adiyaksa' tentu dia pernah dengar nama itu,,ayah Vania juga orang yang berkutat di dunia bisnis,, meski bukan tergolong kalangan atas,, nama-nama penting sedikit banyak dia tahu... "baiklah,,lalu apa yang kau siapkan untuk ku?? untuk menghadapi semua ini dan untuk memantaskan diriku di sisimu??" ujar Vania lagi mengikuti alur yang di buat Novan,,meski di hatinya tetap menyimpan sedikit penasaran tentang Novan,,Vania anak yang cerdas,, tentu tak mudah terkecoh dengan pengalihan yang Novan katakan tadi... "kamu,,harus sehat,,fisik dan mental,,ayo kita lakukan semua bersama,,aku tak ingin kamu mengahadapi nya sendirian lagi" ujar Novan sambil mengelus kepala Vania... "baiklah,, sekarang ayo makan siang dulu,," ujar Novan lagi sambil membantu Vania berdiri dan memapah ke meja makan... Di meja makan Vania di temani Novan dan ibunya,, mereka makan bersama,,Novan benar-benar menjadi bagian hidup Vania,,sikapnya yang humble dan sopan membuat orang-orang mudah menyukainya... Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN