Andri terpaku mendengar ucapan dari putra nya. Ia merasa sangat wajar, kalau putra nya itu menjadi sangat marah kepadanya. Ia telah menahan apa yang seharusnya menjadi hak kedua anak nya dan juga istri nya. Dan uang itu seharusnya bisa dipergunakan oleh istri pertamanya untuk berobat. Andri meraih tangan Andi, “Ayah mohon maafkan kesalahan Ayah yang sudah mengecewakan kalian semua. Ayah harap kamu dan Arini mau memaafkan semua kelalaian dan kesalahan Ayah.” Andri kemudian menghela napasnya dengan berat dan berkata, “Ayah harap kamu mau memanggil Ayah lagi. Ayah merasa sakit, kalau kamu terus memanggil Ayah dengan Anda.” Pinta Andri dengan penuh harap kepada putranya. Andi melepas genggaman tangan ayah nya di tangannya, “Anda merasa sakit hati Saya panggil Anda dan bukannya Ayah. Bagaima

