Arini menunggu kedatangan adik nya, sambil melamun. Perasaannya campur aduk, benci, marah, terluka, kecewa, dan rindu berbaur menjadi satu. Arini, kemudian masuk ke dalam rumah nya untuk menunggu kedatangan adik nya. Setelah satu jam menunggu, akhirnya pintu rumah Arini di buka dan terdengar suara salam dari Andi. Arini pun menjawab salam dari adik nya tersebut. Terdengar langkah kaki Andi yang mendekat ke arahnya. Andi kemudian duduk di samping Arini dan menepuk pundak kakak nya pelan, “Kenapa Mbak, tampak sedih sekali?. Apa yang membuat Mbak seperti ini?” Tanya Andi. Arini menolehkan kepala nya ke arah Andi dan berkata, “Kamu lihat motor yang ada di teras?” Andi pun menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan dari kakak nya. “Tadi Ayah datang ke sini dan ia membelikan motor itu untuk

