Arjuna menatap tidak percaya ke arah Arini yang sudah berani menendang lutut nya. Arjuna memegangi lutut nya yang sakit, sementara Arini setelah menendang lutut nya malah berlari menuju ke pintu dan berjalan ke luar dengan tidak mengucapkan permintaan maaf, karena sudah menendang diri nya. Ia menatap kesal ke arah pintu ruang kerja nya yang sudah tertutup dengan Arini yang sudah menghilang di baliknya. Sudah semakin berani saja, si Arini, lihat saja nanti, kalau bertemu akan dimintanya pertanggungjawaban, karena sudah berani mengerjai dirinya. Arjuna membiarkan saja Arini ke luar dari ruangan nya, tetapi ia mempunyai cara jitu untuk menahan Arini. Arjuna menekan tombol interkom di atas meja nya dan menghubungi petugas keamanan yang berjaga untuk menahan seseorang yang bernama Arini, kala

