Arini berjalan menjauh dari Arjuna menuju ke kursi yang ada di ruangan tersebut. Arjuna mengikuti di belakang Arini, sambil terkekeh pelan. “Dasar, baru segitu saja sudah marah. Jangan marah lama-lama, nanti cantiknya hilang ganti jadi jelek.” Bisik Arjuna di telinga Arini. Keduanya kemudian duduk bersebelahan, di meja yang terpisah dengan tamu undangan lainnya. Arini mencoba untuk memakan kepitingnya dengan menggunakan jari tangannya, dengan sedikit canggung, karena takut salah dan merasa malu. Arjuna justru terbahak melihat kebingungan Arini. Ia dengan santainya memotong kepiting tersebut dengan pisau dan kemudian ia mengambil potongan kepiting tersebut menggunakan tangannya, lalu melahapnya dengan nikmat. Arini yang melihat Arjuna makan menggunakan tangannya tanpa rasa canggung sama

