"Saya ist— saya ART di rumah Tuan Rizki. Omah menyuruh saya untuk mengantarkan makan siang karena tadi Tuan Rizki terlambat bangun dan tidak sempat sarapan,” jawab Kaifa yang hampir menyebutkan statusnya karena lupa dan terlalu sakit hati dengan sikap Rizki hingga saat menjawab pun sulit untuk tidak menangis. Tiiiit .... Rizki membunyikan klakson mobil untuk memanggil Edward. “Sekarang kamu pulang saja dan katakan pada Omah, Rizki sudah menerima makan siangnya.” Edward mengusap bahu Kaifa untuk menenangkannya. “Baik, Tuan.” Tiiiiiiiiiiit .... Edward langsung meninggalkan Kaifa menuju mobil Rizki karena sudah tidak tahan dengan klakson yang terus Rizki bunyikan, padahal ia masih ingin bicara dengan Kaifa sampai gadis itu benar-benar berhenti menangis. Di dalam mobil Edward menatap te

