Memberi Pertolongan

3173 Kata

Tidak beda jauh dengan Kaifa, Rizki juga hanya bisa menunduk malu sambil membersihkan wajahnya dengan tisu saat Iyam dan Dewi menatap sembari menahan senyum. Setelah berciuman tadi, baik Rizki maupun Kaifa tidak ada yang bercermin lagi karena merasa tidak ada aneh dari wajah mereka, termasuk tidak menyadari noda lipstik di wajah Rizki. “Kaifa yang meminta lebih dulu, Mah,” ujar Rizki, berbohong, meskipun Dewi tidak bertanya. “Semoga tahun ini Mamah segera mendengar kabar baik dari kalian. Mamah harap tahun depan saat Nic datang ke sini, dia sudah memiliki saudara sekaligus teman baru untuk bermain.” Rizki diam sesaat memikirkan perkataan Dewi. Ia sendiri bingung harus menjawab semoga saja atau tidak akan pernah. Karena ia juga tidak tahu ke mana hubungannya bersama Kaifa akan bermuara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN