Part 165

1262 Kata

“Sekarang jam berapa?” ​​Ratih bertanya dengan lemah. Mili melirik waktu dan memberitahunya waktunya. Ratih Duduk tegak karena terkejut. Dia mengerutkan kening kesakitan dan berseru, "Apa? Sudah dua hari?" Kemarin, dia pulang sore. Sekarang sudah sore lagi. Mili mendesah dan menjawab, "Tepatnya, sudah dua hari." Ratih mengernyitkan keningnya dan menatap Mili tanpa menjawab apa-apa. Betapa lemahnya tubuhnya! Bahkan jika siksaan Tengku Ammar lebih merupakan hukuman. Namun dia tidak memukulnya, juga tidak memberinya sesuatu yang aneh. Mengapa dia koma selama dua hari setelah melakukannya beberapa kali? Dia meminta Mili untuk mengambil ponselnya, sudah dua hari dia tidak datang mengunjungi anaknya di tempat ibu. Bisa dibayangkan betapa cemasnya kedua anak itu? "Teleponmu mati. Bate

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN