Imran menghela napas dan menjawab, "Kita tidak tahu apa yang di fikirkan Tuan Ammar. Kita hanya perlu melakukan pekerjaan kita dengan baik, dan tidak menanyakan apa yang tidak seharusnya kita tanyakan." "Tetapi aku selalu merasa bersalah terhadap Ratih. aku ingin menemuinya," kata Mili. Imran menjawab buru-buru, "Tidak sekarang. Tuan Ammar melarang siapa pun mengunjungi Ratih. Tuan Ammar sangat marah tentang masalah ini dan memberiku instruksi khusus untuk tidak membiarkan orang lain bertemu Ratih. Jika kamu bertemu dengannya sekarang, dia akan semakin marah!" "Aku hanya melihatnya secara diam-diam. Selama kamu tidak mengatakannya, Dia tidak akan tau" Mili masih memohon. Imran langsung terdiam. Didalam hati dia juga sebenarnya merasa bersalah. Pada akhirnya Imran untuk mengatur per

