"Aku sudah melihat jelas rencanamu, jadi tidak perlu berpura-pura lagi." "Aku hanya ingin mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikku. Apakah ada yang salah dengan itu?” "Apa hubungan Grup Chengyu denganmu?" Ratih tidak menjawab namun mengajukan pertanyaan yang paling membuat dia penasaran sejak tadi. "Aku tidak menyangka kamu begitu pintar. Aku sungguh tidak ingin melepaskanmu. Tengku Ammar tidak pantas untukmu. Dia tidak pantas mendapatkannya.” "Kamu ingin bersaing dengan Tengku Ammar? Atau kamu ingin menjadi presiden Grup Royal Energy?" "Grup Royal Energy adalah milikku. Posisi itu milikku sejak awal." Amir tiba-tiba meraung. Ratih menatapnya dengan bingung, matanya penuh keterkejutan. Amir tiba-tiba menutup matanya karena kesakitan dan berkata dengan suara rendah dan

