"Membunuh tanpa menyiksa itu ibarat makan enak tapi kurang garam. Hambar rasanya." *** Danisya mematikan mesin tersebut lalu menyimpannya membuat Charlotte pun dibuat bingung, padahal tadi Danisya sudah terlihat yakin akan membunuhnya tapi kenapa dia malah pergi setelah menyimpan barang itu. Charlotte mencoba bangkit perlahan-lahan. Danisya datang lagi, sambil membawa baskom kecil dan kain lap. Membuat Charlotte makin di buat bingung sekarang. Danisya membantu Charlotte untuk naik ke atas kasurnya setelah menaruh baskom tadi di meja sebelah kasur. Tapi, Charlotte menolak bantuan Danisya pasti ada hal yang dia rencanakan lagi membuat Charlotte pun bergidik. "Nurut sama aku atau hal tadi akan benar-benar aku lakukan, Kak," ucap Danisya tersenyum manis.

