"Tak pernah sedikitpun terfikir orang yang dianggap paling baik ternyata bisa menusuk kita dari belakang." ..... "Mas Devan tolong mereka Mas. Danisya yang udah bunuh mereka, Mas. Cepet tolong mereka dan bawa Danisya ke polisi." Nadine teriak sekaligus sedikit tenang akhirnya suaminya pulang. "Papa...." "Kerja bagus, Danisya," puji Papanya membuat Nadine yang melihatnya pun bingung. Kenapa suaminya malah membela Danisya. Devan tersenyum bangga dengan Danisya dia masih menginjakkan kakinya ke luka Malik yang membuat Satpamnya itu tidak bisa berbuat apa-apa. "Apa maksud kamu, Mas?!" "Aku lupa bilang kamu, kalau kita Patner." "Hah?!!!!" .... Nadine menggelengkan kepalanya tidak percaya. Jadi, selama ini mereka lah yang berbahaya. Merekalah yang membu

