Extra Part (1)

1763 Kata

Kaki panjangnya melangkah memasuki sebuah kamar berpintu jati dengan ukiran khas Jepara. Di tangannya terdapat segelas air mineral yang kemudian ia sodorkan pada seorang perempuan di sana. Nesya menerima gelas tersebut dari tangan Vino, lantas memberikannya pada sang mama yang masih terbaring tiada daya di atas ranjang. Aliyah tak beranjak sedikit pun dari ranjang semenjak mendengar kabar jatuhnya pesawat yang ditumpangi Adnan dua hari lalu. Wanita paruh baya itu seolah-olah tak memiliki semangat dan tujuan hidup lagi. Selagi dua hari terakhir, kegiatannya hanya tidur dan menatap foto sang suami sambil menangis. Bahkan, dia tak menyentuh makanan sedikit pun. Tubuhnya terlihat kurus karena bobot tubuh yang menurun drastis. “Minum dulu, Ma.” Perlahan, Nesya membantu Aliyah untuk menyesap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN