Gaun putih yang ia kenakan menyapu lantai marmer sebening kilauan embun dibawahnya. Wajahnya yang cantik memancarkan aura merah ketika Julliant menyerahkan tangannya tepat pada tangan pria yang berdiri di altar menunggunya. Suara tepukan tangan meriah dan hembusan aroma lili putih dipadu mawar yang menghiasi aula Armagius membuat bibir mungil merahnya tersenyum lebar. Dia, benar benar sempurna. Sosok yang menyambut dan kini berdiri disisinya. Seolah tak percaya, kini tak ada lagi penghalang yang merintangi hubungan mereka. Vallen dan cintanya. Saking fokusnya. Tiba tiba... " Kletak". " Sreeekk". " Aawwwhhh." Alice menginjak gaunnya sendiri. Tubuhnya yang melangkah menjadi condong. Dia hampir saja ambruk dialtar pernikahannya sendiri sebelum... Deg deg deg Tangan itu tepat memel
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


