Vallen Alice

1668 Kata

Alice masih sesenggukan dimeja itu. Tak perduli berkali kali dan sebanyak apapun jullian menjelaskan. Ia tetap menangis tak mendengarkan. Bayangannya selalu saja mengarah kelain tempat. Apa yang Vallen lakukan? Sedang apa dia? Alice mengepalkan tangannya hingga buku buku jarinya memutih. Bahkan bayangan rasa sakitnya karna penghianatan Al tadi seolah sirna tanpa bekas. Dia benar benar tidak rela. Hingga... DEG " Maafkan aku." Bisiknya bersama pelukan hangat yang menyelimuti punggungnya dari belakang. Barulah Alice tersadar. Ia sontak menoleh dan... " VA...LLEN?". Cekatnya. Raja Julliant tersenyum diambang pintu. " Dia terus saja menangis tak peduli aku menjelaskan sebanyak apapun. Dan aku berani bertaruh bahkan tak ada satu katapun dariku yang ia dengarkan. Jadi sebaiknya sele

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN