Sylvie kaget. Sosok perempuan ini siapakah? Wajahnya sangat mirip sekali dengan dirinya. Kerutannya, lekak-lekuknya, lesung pipitnya, bahkan hingga ke tiap tahi lalatnya, segalanya sangat mirip. Rambutnya pun sama-sama pirang. Yang membedakan ialah pakaiannya. Perempuan ini berpakaian ala perempuan-perempuan jaman Romawi kuno. Agak mirip dengan pakaian Bunda Maria. Selain itu, secara aura, perempuan ini sangt berbeda. Sangat bijaksana. Tidak mirip bahwa perempuan ini manusia juga. Mirip malaikat--atau setidaknya dewi-dewi dari kahyangan. "Ka-kamu si-siapa?" tanya Sylvie gugup. Sosok perempuan itu perlahan mendekati dirinya. "Aku ialah dirimu. Dirimu di masa lalu dan masa depan." "Ma-maksudnya?" Sosok itu mengangguk. "Iya, seperti itulah. Mungkin agak membingungkan untuk dipahami oleh m

