".....Abwoon d'bashmaya Netqaddash shmak Teete malkutah Nehvwey tzevyannach aykanna d'bashmaya aph b'arha Havlan lahma d'sunqananan yaomana Washbwoqlan haubvayn aykana daph hnan shbvoqan l'hayyabayn Wela tahlan le'ynesyuna. Ela patzan min bisha Metul dilakhe malkuta wahayla wateshbuhta l'ahlam almin Amen....." "Apa itu?" tanya Sylvie yang agak bergidik. "Cara mereka mengucapkannya membuatku merinding. Seperti tengah mengucapkan sebuah mantra saja." Sosok masa lalu dan masa depan Sylvie lalu menjawab. "Itu doa yang sering kamu baca dalam Injil. Diucapkan dalam versi bahasa aslinya, yaitu bahasa Aram--yang konon bahasa ibu Yesus Kristus." "Oh." Sylvie terkesima. Memang dia merinding, namun sesuatu dalam irama tersebut sepertinya membawa ketenangan batin bagi sukmanya. Sylvie juga

