Bab 9 Julukan Legendaris

1499 Kata
Bab 9 Julukan Legendaris Guild terkuat nomor empat, Midnight Scares harus menelan kenyataan pahit. Berawal dari kebencian sepihak yang dirasakan pemimpin guild, membawa malapetaka yang besar untuk semua anggota. Lebih dari lima puluh persen kekuatan tempur mereka habis dibantai dalam waktu kurang dari satu malam! Beruntung berita akan melemahnya guild tidak tersebar dalam world info dalam Game Death Timer, jika sahaja kabar ini terkuak ke permukaan maka bisa dipastikan guild peringkat atas ini akan banyak mendapatkan serangan dari guild kecil, yang berniat masuk ke dalam daftar peringkat. " Pemimpin guild dan para petingginya telah menyinggung orang yang salah," ucap pria gendut bekumis tebal berkomentar. " Aku sepenuhnya setuju dengan mu! Lima puluh persen petinggi Guild mengalami koma dan sisanya meregang nyawa, dan itu dilakukan kurang dari satu jam, yang melakukannya pun hanya seorang pria! " Pria berotot disampingnya ikut berkomentar. " Apa kau bercanda! Hanya satu orang yang melakukannya!!! " Pria gendut itu melebarkan mata, dan membuka mulutnya lebar. " Sssst, pelankan suara mu. Aku sendiri yang menyaksikannya secara langsung, jika sahaja eksekutif guild tidak melarikan pemimpin, sudah pasti guild ini akan habis tadi malam. " Pria berotot itu berkata dengan serius, sorot matanya tajam namun penuh dengan ketakutan. " Apa pelakunya termasuk player top papan peringkat? " " Entahlah, wajah itu terasa asing bagiku dan kau tahu, sorot matanya itu seperti pembunuh berdarah dingin! " Tubuh pria berotot itu tiba-tiba mengigil, teringat akan kesadisan pria semalam membuatnya bergidik negeri. " Beruntung semalam aku tugas di luar kota, jika tidak mungkin aku akan menjadi salah orang yang mati tadi malam," ucap pria gendut ini sembari menghembuskan nafas lega. " Jaga mulut mu luar sana, jangan sampai berita ini tersebar ke luar. Nasib guild kita sekarang di ujung tanduk! " Pria berotot itu memberi peringatan keras. " Okeh boss." Mengira tidak ada yang menyadari akan informasi penting tersebut, seorang pria gendut bermata bulat menyaksikan kehancuran guild dengan kedua matanya sendiri. Dialah Reyhan!! Sahabat Fahmi! "Han, elu kemana aja! Teman macam apaan elu! b*****t!! " ucap Fahmi sembari menimpuk Reyhan dengan bantal. " Gue udah berangkat pas Elu Wa, namun ketika gue nyampe lokasi, elu udah gak ada disana. Entah siapa yang menyematkan elu, gue nggak tahu. " " Yang pasti mereka lebih kuat dibanding guild papan atas," kata Reyhan dengan nada serius. " Apa yang terjadi sebenarnya? " Fahmi mengerutkan keningnya, ia mungkin tidak akan percaya jika itu orang lain yang berkata demikian. Namun kata-kata tersebut dari, Reyhan, sahabatnya sendiri. Ia sama sekali tidak meragukannya. " Jadi seperti ini! Pas elu Wa gue tuh posisi gue di luar kota, mendengar elu dalam bahaya gue cepetin nyelesaiin misi. Pas gue lacak keberadaan elu, gue sampai di lokasi guild top peringkat keempat, Midnight Scares. Keadaan di sana benar-benar kacau banget, rumah berantakan, mayat berjejal di jalan depan manison tersebut. Gue cari elu tapi gak ada disana, kembali gue lacak keberadaan elu, eh tau-tau elu menuju rumah. " " Sebenarnya apa yang terjadi Bro? " lanjut Reyhan bertanya. Fahmi menghela nafas, kemudian mendesah pelan," Ini berawal dari misi gue... " Fahmi menjelaskan ceritanya dari awal sampai akhir. " Gila itu emang Gila!! Cewek itu emang pesikopat! Gue kenal sama cewek b*****t itu!! " Reyhan ikut marah ketika mendengar cerita Fahmi, mengingat Reyhan juga termasuk jajaran Top player ia kenal betul siapa itu Debby. " Elu kenal cewek b*****t itu? " Fahmi telah menghafal semua orang yang menghinanya, kelak ketika ia memiliki kekuatan yang cukup ia akan membalaskan dendamnya. " Hm, sebaiknya elu jangan mencari tahu dulu siapa itu Debby, nanti ketika level elu sudah tinggi dia bukan apa-apa selain anak manja, " kata Reyhan sembari terseyum kecut. " Lantas menurut mu siapa yang menolong gue!? " tanya Fahmi yang sampai saat ini belum percaya, bahwa ia masih bisa hidup dan terlepas dari siksaan mengerikan itu. Reyhan menggelengkan kepalanya pelan," Mungkin itu top player, mungkin juga orang baik! Gue nggak tahu sih, yang pasti dia bukan orang sembarangan dan terlebih lagi pembunuhan itu dilakukan dengan sangat sadis," ucap Reyhan dengan nada bergidik. " Bagaimana keadaan terakhir di manison itu? " tanya Fahmi. " Tangan, kepala, kaki, dan banyak organ tubuh berceceran, itu terpisah dari tempatnya. Belum lagi, bekas peluru yang memecahkan kepala. Manison itu penuh dengan darah dan mayat! " " Bagaimana dengan polisi?? Apakah mereka akan terlibat dengan kasus ini?" Fahmi masih belum paham akan peraturan Game. Reyhan menggelengkan kepalanya pelan, " Semua yang berkaitan dengan Game, pihak pemerintahan tidak bisa ikut campur!" Reyhan terseyum getir. " Apa kau tidak membaca kertas yang kau tanda tangani!? " Reyhan bertanya dengan nada kesal. " Apa kau lupa mendengar ceritaku, bahwa aku menandatangai itu semua dengan tertidur!?" Fahmi balik bertanya dengan terseyum canggung. Mereka saling pandang untuk sesaat, kemudian tertawa keras bersama-sama. Gelak tawa mengisi kamar Fahmi yang sunyi, mereka tidak mengambil pusing akan siapa yang menyelamatkan Fahmi, disisi lain Reyhan sangat senang ketika melihat Fahmi selamat dan aman tanpa kurang suatu apa pun. Di atas genteng, sosok pria berpakaian serba hitam dengan sorot mata tajam yang sipit, melengkungkan seyum lebar ketika mendengar Fahmi bisa tertawa lagi. Sosok misterius itu melesat pergi dengan kecepatan yang luar biasa, bergerak seperti ninja dengan melompati genteng, sosok itu menghilang di kegelapan malam. " Bro udah bukan belum world info? " tanya Reyhan yang saat ini duduk di kusi yang berada di samping kamar Fahmi. " Ada apaan Han?" " Udah chek aja! " Reyhan menyunggingkan seyum misterius. Melihat gelagat sahabatnya ini, Fahmi curiga ada sesuatu yang penting dan itu pasti menyangkut dirinya. Tanpa bertanya lebih jauh Fahmi membuka aplikasi di ponselnya dan menekan ikon api berabjad DT. Segera Fahmi menekan menu panel di sisi bagian kiri dalam Game, yang bertuliskan World Chat atau World Info, setelah panel tersebut Fahmi tekan tampilan menu baru muncul. 'Berita Terkiini' 'Info Pembaruan Pangkat atau Julukan ' Mengikuti perkataan Reyhan, Fahmi menekan Mata Fahmi fokus pada bagian informasi Julukan terbaru di sisi bagian kedua setelah Berita Terkini. Tampilan baru muncul dan yang lebih mencengkannya lagi, ada nama Fahmi di sana. ' Julukan Terbaru ' ' Selamat Kepada Fahmi Wijaya karena menjadi pemain terlemah dalam game." ' Keterangan Julukan Legendaris ' ' Siapa pun yang membunuh pemain terlemah dalam game akan mendapatkan penalti, dan siapa pun yang menghina pemain terlemah akan mendapatkan stat tambahan' Melihat Fahmi terdiam membeku, Reyhan terseyum lebar. Kali ini ia menyadari bahwa rencana Fahmi tidak berjalan semestinya. Namun tanpa sepengetahuan Reyhan, Fahmi sedang hanyut dalam pikirannya sendiri! " Jangan-jangan kelompok Debby menyiksaku untuk mendaptkan poin stat tambahan... " gumam Fahmi lirih namun Reyhan jelas mendengar perkataan itu. " Aku yakin itu yang menyebabkan penyiksaan yang dilakukan seluruh anggota Guild, " ucap Reyhan sembari menghembuskan nafas lega, terlihat sedikit kekecewaan pada air mukanya. " Maafin gue bro, gue terlambat nyelametin elu... Jika sahaja orang misterius itu kagak nolong elu... Elu pasti.... " Reyhan menundukan kepala saat berkata demikian, ia terlihat sangat menyesal karena tidak dapat menolong sahabatnya sendiri. " Cukup Han, elu udah berusaha dan itu sangat cukup untuk membuatku senang, " kata Fahmi dengan menyunggingkan senyum lebar. " Sejak kapan elu jadi melankolis seperti ini! Ayo lah ini enggak seperti diri elu yang sebenarnya!! " Fahmi tertawa sebelum berkata demikian. Reyhan berdecak kesal," Hah, elu kagak tahu sih, dari Bandung gue tuh berlari sampai lokasi terakhir elu pas Wa. " " Seriuss, mieee apa!!! " Fahmi tertawa keras lagi. Reyhan tertawa kecil dan berkata, " Jangan bercanda!! Serius nih, jalan macet bener! " kata Reyhan dengan wajah yang serius. " Okeh okeh, gue tau benar dari rona wajah elu!! " " b*****t elu emang!! " Gelak tawa kembali mengisi kamar Fahmi, mereka terdengar sangat akrab, dengan Fahmi yang memahami niat baik Reyhan yang gagal tercapai, serta Reyhan yang merasa sangat kecewa dengan dirinya sendiri membuat dua insan itu saling memaklumi satu sama lain. Setelah mendengar dan melihat sahabat dalam keadaan baik, Reyhan pulang ke rumahnya. Di dalam manison besar milik Reyhan terdapat ruang rapat yang besar pula, meja panjang dan lebar itu mampu menghadirkan banyak kursi di setiap sisinya. Reyhan duduk di kursi paling unjung pada meja tersebut, ia terlihat seperti seorang pemimpin yang berwibawa! Dengan sorot mata bulat dan perut buncitnya! Tidak ada satu pun orang di ruang rapat ini meremehkan Reyhan! Mengingat Reyhan adalah pemimpin disini. " Sebarkan isu kehancuran Guild Midnight Scares! Kelompok itu telah menyinggung sahabatku! Pasti Guild itu mendapatkan banyak terkanan dari banyak guild kecil lainnya. Aku peringatkan untuk kalian disini! Jangan sampai kalian menghina orang terlemah dalam game! Seluruh anggota guild ini dilarang keras menghina orang terlemah dalam Game! Peringatkan ini semua kepada seluruh anggota guild! Jika ada yang berani menentang keputusan ini!! Aku sendiri yang akan menghukumnya!! " Perkataan Reyhan terdengar menggema di ruang rapat, semua eksekutif di ruang rapat merasa bergidik ngeri saat mendengar ancaman pemimpin guild. Semua eksekutif menunduk, tidak ada yang berkomentar apa lagi menyanggah!! Selepas rapat selesai, kehebohan terjadi di world chat, dan seluruh guild menyorot guild papan atas yang melemah! Peperangan antar guild mungkin akan terjadi!!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN