Kini satu persatu kantong kresek hitam yang ukurannya besar itu mulai Jefri panggul ke arah pintu keluar rumah ini. Semua kantung itu berisi uang kertas keluaran lama yang akan Jefri tukar ke uang kertas keluaran baru besok siang. Pemuda itu memang berniat untuk membolos dari pekerjaannya besok hari dan akan meminta maaf kepada Pak Gugun malam harinya atau esok lusanya. Memang ada alasan khusus kenapa Jefri tidak meminta ijin secara langsung kepada Bos-nya itu karena dia takut kalau ada orang lain yang akan membuntutinya saat menjemput semua uang di tempat penyimpanan rahasianya. Jika Pak Gugun memang sahabat baik Ayahnya dan dia mengerti pola pikir Jefri, pasti Pak Gugun akan dengan mudah memaafkannya. Toh, Jefri sudah mengalah dan tidak keras kepala untuk bersedia cuti sementara

