54. Ha-bisi!

1057 Kata

Jihan langsung terdiam kaku di tempatnya setelah mendengar paparan fakta yang dibeberkan oleh ayah handanya. "Maafin Papa ya!" mohon Tuan Jaelani sepenuh hati. "Lalu acara jalan-jalan hari minggu aku harus gimana, Pa?" tanya Jihan dengan suara bergetar hampir menangis. "Kita harus tetap berangkat karna Puput pasti sudah sangat menantikannya." Jihan lagi-lagi terdiam dan kini mulai mengalihkan pandangannya lurus ke arah depan dengan kepala yang menunduk. "Maafin Papa ya!" pinta Tuan Jaelani sekali lagi sembari merengkuh tubuh anak gadisnya ke dalam pelukannya. *** Esok harinya, Jefri yang memang sudah sama-sama selesai sholat subuh berjamaah bersama dengan Pak Risman, kini pemuda itu mulai lari pagi dengan Pak Risman. "Gimana, Pak, apakah sudah ada kabar tentang Pak Jeje?" tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN