44. Semua Mata Terbelalak

1048 Kata

"Kamu memanggil polisi ke sini kah?" selidik Pak Risman setelah mendapatkan laporan dari anak buahnya yang bernama Roland. "Iya." angguk Jefri kaku karena dia kini merasa tidak enak sebab Pak Risman pasti akan berpikir yang tidak-tidak tentangnya. "Pasti saat ini Pak Risman akan segera marah padaku," batin pemuda itu was-was. Jantung Jefri berdetak lebih kencang saat menunggu respon yang akan diberikan oleh Pak Risman. "Kenapa kamu memanggil para petugas polisi?" "Anu ... itu sebenarnya untuk ...." "Untuk melindungi dirimu dan hartamu itu kan?" "Iya, Pak. Tapi sejujurnya tadi aku berpikiran negatif sama Bapak dan anak buah Bapak," cicit Jefri yang memang harus jujur sedari awal. "Hahaha," gelak Pak Risman tertawa sembari memukul pelan tubuh pemuda di sampingnya itu. "Kamu pasti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN