Tristan sedang memasak nasi goreng lagi ini. Ia cukup senggang karena jadwal operasinya nanti siang, jam 1. Ia menyempatkan istirahat sebentar setelah kemarin malam ada operasi mendadak yang harus ia lakukan karena adanya korban kecelakaan beruntun. Banyak korban yang terluka, membuat banyak dokter bedah bekerja ekstra, termasuk dirinya. Padahal dirinya baru saja sampai ke rumah, belum sempat membuat pintu, tapi sudah ditelepon rumah sakit untuk balik dan kembali bekerja. Karena profesinya sebagai seorang dokter, Tristan mau tidak mau harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang dokter. Seperti sumpah jabatan yang diambilnya ketika lulus kuliah dulu. Lebih dari itu, itu memang kebanggan tersendiri bagi Tristan. Menjadi dokter hebat adalah impiannya sejak dulu. Ia tak mempermasalahkan

