Still Loving Him

1609 Kata

Keesokan paginya... Pagi ini cukup cerah. Setelah semalam hujan, paginya terasa jauh lebih nyaman. Tanah masih basah, dedaunan dan rerumputan apalagi. Bunga-bunga juga masih basah, hampir tak ada bedanya mana basahnya embun, mana guyuran hujan. Burung-burung berkicau dengan suara merdunya saat Alyn bermimpi indah, aroma harum memenuhi lubang hidungnya, dan tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu yang basah dan hangat di salah satu pipinya. "Astaga, tolong hentikan itu!" Seru Alyn. Ia menggelengkan kepala untuk menghindari sensasi aneh yang baru saja ia rasakan. Alyn berpikir, apa mungkin Tristan yang melakukan ini? Ia mencoba mengusap sesuatu yang basah dan hangat di pipinya, tapi rasa itu kembali ia rasakan. Karena kesal, ia memutuskan untuk membuka mata untuk melihat apa yang terjadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN