Sebelumnya... "Walau berat, tapi harus konsisten dengan keputusan yang sudah dibuat. Sial, dr. Alyn memang membuatku tak menentu. Sudah melakukan banyak pelampiasan saja, masih sulit melupakan perasaanku padanya." Gumam Dave. Dave terus saja menghela nafas panjang. Ini sudah untuk yang kesekian kalinya ia seperti itu. Pertemuan pertama setelah kemarin memutuskan untuk berteman, bisa diartikan lumayan lancar, walau ia akui, di dalam hatinya ia koprol sana-sini tidak karuan. Jelas! Mana mungkin bisa melupakan wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta dalam waktu semalam! Apalagi, selama ini Dave tidak pernah merasakan cinta yang menggebu-gebu seperti ini. Alyn adalah wanita pertama yang memberikan pengalaman seperti itu terhadap dirinya. "Untung sekarang beda shift, coba kalau sama? Han

