Ayo kita menikah! Begitulah yang dikatakan oleh Tristan. Alyn segera menggosok telinganya. Mungkin saja ia salah dengar atau bagaimana. Konyolnya lagi, ia malah segera memeriksa jidat Tristan karena merasa mungkin saja Tristan sedang salah berbicara karena demam. "Aku sedang tidak sakit, Lyn!" Tristan menyingkirkan lembut tangan Alyn dari jidatnya. "Aku tidak salah mendengarnya, kan?" "Tidaklah, perlu aku ulangi lagi?" "Tidak perlu, aku yakin hanya salah mendengarnya." "Lyn, aku bilang, ayo kita menikah!" "Tidak... aku pasti sedang salah dengar... Ha ha ha, pasti salah dengar... Iya, pasti salah dengar!" Alyn mencoba kabur dari hadapan Tristan. Tristan tidak tinggal diam karena ajakan menikah barusan itu bentuk kesungguhannya untuk mengikat Alyn dalam ikatan resmi dan suci. Ketik

