"Aku sepertinya kurang olahraga. Aku berlarian kesana kemari, kelelahan. Padahal, itu tidak seberapa jauhnya apabila ditarik dengan garis lurus... Loh? Ada polisi?" Gumam Tristan. Tristan tidak menyangka ketika ia sampai di depan kamar inapnya Alyn, ia akan melihat sudah ada 3 polisi di sana sedang mengobrol dengan ayahnya dan ayahnya Alyn. Pihak rumah sakit cukup serius dalam menangani hal ini. Yah, bukan sebuah pujian, hal ini memang yang seharusnya pihak rumah sakit lakukan. Tristan masih terengah-engah, ia lari seperti kesetanan. Membuat dadanya sulit untuk bernafas. Maklum, mendengar kabar menggembirakan seperti itu, tentulah ia menjadi tidak sabar ingin segera bertemu. "Apakah Anda dr. Tristan Putra?" Seorang polisi menyapa karena melihat Tristan. "Ya. Saya dr. Tristan." "Itu an

