Hear Something Stupid

1802 Kata

Usai kepergian Tristan, Aldo terus saja menatap kakaknya yang sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya dari semenjak Tristan menghilang di balik gorden pembatas ruangan itu. Aldo hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakaknya yang menurutnya sangat kekanak-kanakan itu. "Kalau masih kangen, kenapa tidak meminta dia untuk tetap tinggal saja?" Tanya Aldo. "Kakak tidak kangen Tristan, Do... Kakak malah ingin memukul wajah tengilnya itu." Jawab Alyn. Aldo memilin ujun alis kirinya. Tidak kangen? Ingin memukul wajahnya Tristan? Tapi kenapa mata masih saja menghadap ke arah 'pintu' keluar? "Tadi harusnya sebelum Mas Tristan pergi, Mbak Alyn minta kecupan dulu... Di kening kek... di pipi kek... di bibir juga boleh." Kecupan di bibir? Eh? Eeeeh? Blusssh... memanas seketika.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN