"H-Hei... berhenti!" Byurrr... Sang ahli bedah yang malang tidak bisa berkata apa-apa lagi karena Alyn baru saja menyeretnya masuk ke dalam bak mandi. Alyn tidak peduli bahwa airnya tidak hangat lagi untuk Tristan. Tidak peduli juga meski ini sudah dini hari sekalipun. Untungnya handuknya Tristan berhasil ia tahan sebelum jatuh ke dalam air. Masih utuh melingkar di pinggangnya. Ia juga berhasil menahan tubuhnya agar tak jatuh menimpa Alyn dan menindih wanita yang dua kali gagal ia nikahi ini. Ia tak ingan Alyn terluka. Ketika tubuh Tristan telah beradaptasi dengan suhu air, ia mulai membuat dirinya nyaman di atas Alyn. “Kau benar-benar wanita yang nakal...” Ujarnya pada Alyn dengan nada seperti biasanya, tidak marah, tidak emosi, tidak kesal meski belasan sekulennya rusak parah. Kedua

