Perasaan ketika sudah menulis sebegitu banyaknya, karena lupa ketiduran lalu, lupa save, dan hilang semua. Begitu nyesek dan ingin sekali memukul setiap orang yang lewat. Ketika ada yang lewat pun ternyata itu sang ibu. Tidak mungkin harus memukulnya, kan? Bisa masuk neraka tanpa hisab ini. Hah. Begitu melelahkan ketika banyak hal yang tak bisa berjalan dengan semestinya, dengan sesuai harapan. Namun, jauh berbeda dengan dr. Tristan, si Tampan dokter bedah ini terlihat baik-baik saja meski sang Pengatur Skenario membuatnya kecelakaan. Ya, Tristan kecelakaan. Usai banting stir dan mengerem mendadak, jidatnya terjedot stir mobil miliknya. Ia memegangi jidatnya sekilas lalu tiba-tiba ingat alasan kenapa ia sampai kecelakaan seperti ini. Dirinya pun segera keluar dari mobilnya. Mengedarkan

