"Lyn, kau sudah mendengar sendiri dari dr. Zia, kan? Maafkan aku, apa kau bersedia menunggu sebentar karena aku harus menemui dia?" Tanya Tristan yang tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Ia tahu betul kejadian mengerikan masa lalu itu. Ia tidak bisa meninggalkan dr. Zia sendirian. "Aku sebenarnya masih ingin menanyakan banyak hal. Namun, mendengar suara dr. Zia yang seperti itu, sebaiknya kau segera temui dia, Tristan! Dia sedang menangis ketakutan. Aku takut terjadi apa-apa pada dirinya." Kata Alyn. Ia ikutan khawatir, bukan hanya dr. Zia ini adalah dokter pribadinya, tapi setelah beberapa lama mengenal dr. Zia, ia sudah menganggap seperti seorang teman. Tristan kemudian mengecup cepat bibir Alyn. "Terima kasih sudah mengizinkan. Aku akan berusaha segera kembali setelah semuanya s

