"Ya sudah cepat kau lakukan! Kau tidak kasihan dengan kucingku? Dia kesakitan karena sedari tadi kau sibuk membalas argumenku. Jika kau sangat rindu cekcok denganku, kita bisa melanjutkannya nanti. Aku akan dengan senang hati meladenimu!" "Cekcok saja dengan tembok!" Alyn melanjutkan pemeriksaannya pada kucingnya Tristan. Sementara itu, Tristan menyunggingkan senyumnya yang tipis itu. Mau ketus, mau cerewet, mau kasar, mau hatinya sakit, tak mengapa. Itu jauh lebih baik dari Alyn diam saja dan menghilang dari hidupnya. Hari yang berwarna. Walau mengagetkan saat bertemu kembali dengan Alyn, tapi bagi Tristan ini juga membuatnya bahagia. Alyn yang tidak mau melanjutkan debat dengan Tristan, memilih untuk segera melanjutkan pemeriksaannya terhadap kucing milik Tristan. Ia sudah melakuka

