"Maaf Lyn, pakaianku kotor penuh darah." Itu adalah perkataan Tristan yang sering sekali diucapkan. Ini bahkan sudah yang kesekian kalinya, laki-laki yang sebentar lagi berusia 30 tahun itu ucapkan. "Makanya, kita pulang ke rumah saja. Tidak usah makan di luar. Kau perlu mandi." Tanggap Alyn. "Tapi kan tadi aku sudah janji ingin makan siang bersamamu di luar. Kita bisa mampir toko baju, aku ganti baju." "Mandinya bagaimana? Kau bau anyir darah, Tristan." "Aku bisa mandi di POM bensin besar. Aku bisa beli sabun dan shampoo di minimarket sepanjang jalanan kan ada." Tristan menjadi sangat berusaha untuk mewujudkan janji-janjinya. Alyn mengerti ketakutan Tristan soal dirinya yang akan meninggalkan Tristan apabila Tristan ingkar janji. Namun, hal ini malah membuat Tristan seperti parno. A

