Malam telah datang menjelma, bulan sabit bersinar sedikit temaram. Keadaan istana Nirvana sudah sangat sepi. Tentu saja, para penghuninya sudah terlelap dalam mimpi. Kecuali beberapa orang penjaga di gerbang luar yang bertugas malam. Juga dua penjaga yang ditempatkan di masing-masing kediaman. Selena belum bisa memejamkan mata.Wanita itu tampak gelisah, tak tenang karena memikirkan sesuatu. Sesuatu yang selalu membuatnya gelisah akhir-akhir ini. Berkali-kali ia membolak-balikkan tubuhnya. Mengubah posisi, miring ke kanan dan ke kiri. Membuat ranjang tempatnya tidur berguncang hebat. Seolah tengah ada gempa besar yang melanda. “Ck! Kamu ini kenapa?” tanya Raja Philips saat tidurnya terusik sebab pergerakan istrinya. Ia baru saja terlelap dan kini harus membuka mata kembali. “Kanda ...,”

