"Aku tidak mau dengar lagi Kamu merajuk, Kitty. Oke?" Pria itu kini memeluknya dengan hangat. "Kamu tahu, hatiku selalu tak tenang kalau Kamu tak ada di sisiku." Hati Kitty berbunga-bunga mendengar ucapan Raja. Sungguh, Kitty tak ingin waktu cepat berlalu. Ia ingin terus menikmati kebersamaannya dengan tuannya. Meski ia harus menjadi seekor kucing sekali pun. Meski Raja hanya menyukai wujudnya sebagai kucing sekali pun. Drrt drrt. Getaran ponsel di saku celana pria itu membuat Raja yang masih asyik menimang Kitty segera menurunkan kucingnya tersebut. Ia harus memeriksanya, apakah ada panggilan telepon yang masuk ataukah ada pesan teks yang sekiranya penting. Kitty tampak kecewa, karena kebersamaan mereka menjadi terganggu. Akan tetapi, Kitty mencoba mengerti. “Sebentar ya, Kitty.” Pria

