Nirvana. “Argghh!” Pria itu menyapu semua hidangan yang ada di hadapannya hingga semua yang ada di meja makan berhamburan ke segala arah. Bahkan, semua benda keramik itu hancur lebur karena perbuatan pria itu. Para pelayan memekik ketakutan. Sebagian lagi menahan diri agar tak berteriak. Mundur beberapa langkah dan tak kuasa menatap wajah seram pria yang mereka layani itu. Pria yang selalu lemah lembut dan bijaksana itu kini terlihat sangat menyeramkan seperti binatang buas yang siap menerkam mereka kapan saja. Penampilannya pun sangat berbeda dengan beberapa bulan yang lalu. Kai, putra mahkota tampan itu telah tiada digantikan oleh seorang pria berantakan yang setiap hari hanya mabuk-mabukan dan mengamuk. Keadaanya begitu kacau karena patah hati. Kai tampak kurus dan tidak terawat.

