"MAS RENOOOO HANDUK ADEK KETINGGALAN!" teriakku lantang dari dalam kamar mandi. Sambil berharap di mana pun Mas Reno tengah berdiam di luar sana, dia tetap sanggup menangkap gaung suaraku. "Loh, memang di dalam nggak ada lagi? Bathrobe-nya Adek bukannya ada digantungan belakang pintu yah?" Mas Reno segera menyahut. Dari sayup-sayup bunyi bicaranya sih dugaku dia sedang berdiri di balik pintu. "Nggak ada, Mas. Tadi siang Adek cuci semua. Ambilin yang dilemari," pintaku. "Hm, oke. Tunggu sebentar yah," ujar Mas Reno yang agaknya langsung bergegas menyongsong lemari lalu dalam hitungan menit berselang sudah kembali mengetuk daun pintu. "Buka pintunya, Dek!" titah Mas Reno tenang. "Buka lebar apa gimana?" tanyaku. "Celahnya aja cukup." Begitu menerima jawaban dari Mas Reno, aku pu

