"Jangan ngeliatin aku begitu, Van," kata Diana ketika mereka sedang berjalan-jalan melewati lorong rumah sakit. Evan tersenyum kecil mendengar ucapan sang nona. Wanita itu begitu juga karena kata panjang sopir begitu mendalam. Mereka bahkan tidak membicarakan apapun sepanjang perjalanan tadi. "Kenapa, Nona?" tanya Evan. "Aku malu. Kamu ngeliatnya enggak putus-putus," kata Diana lagi. "Saya tidak pernah bosan, Nona. Rasanya, mata saya tidak mau berpaling dari Nona Diana. Apakah Nona melakukan pelet terhadap saya?" kelakar pria itu. "Hah? Apa sih? Ngapain aku melet kamu, Van. Aku enggak percaya sama hal seperti itu," jelas Diana. Evan kemudian menarik tangan wanita itu dan menggenggamnya dengan erat. Mereka menghentikan langkah dan saling tatap di bawah temaramnya lampu rumah saki

