Begitu sabuk pengaman terlepas, Zoya segera menarik tangan David dan menunjuk mulut sebagai isyarat tidak bisa lagi menahan desakan dari dalam lambung. David melingkarkan tangannya di pinggang si wanita, lalu menuntun ke rerumputan agar bisa memuntahkan isi perutnya. Napas Zoya terengah-engah karena mengeluarkan isi perut sangat menguras tenaganya. Dia menggenggam tangan David kuat-kuat karena kesadarannya belum seratus persen. Dia juga tidak bertenaga menepis usapan lembut tangan lelaki itu di tengguk dan bahunya. Andai situasi normal, pasti dia sudah gemetaran karena gugup. "Aduh, hamil muda, kok, malah keluar tengah malam. Mbok, ya, di rumah Mbak. Kasihan dedek dalam perutnya." Seorang wanita yang kebetulan lewat menegur Zoya. Kelopak mata Zoya melebar mendengar teguran si wanita yan

