Lengkung senyum terbit di bibir David saat menatap langit-langit kantor. Sepasang cicak yang berkejaran di plafon bercat putih itu mengingatkannya pada Zoya. Bukan bentuknya, tetapi sikap jinak-jinak merpati si wanita. Jika dia mendekat, Zoya segera melebarkan jarak. Namun, kala dia tak acuh, wanita tersebut sering mencuri-curi pandang padanya, menggemaskan sekali. "Aku perhatikan akhir-akhir ini ada yang berbeda sama kamu." David menoleh ke kanan dan melihat Andrea sudah berdiri di dekatnya. Wajah David seketika berubah dingin. Dia menegakkan punggungnya kembali dan bersikap seperti biasa, datar dan tak peduli. Andrea tersenyum tipis. Ada sengatan ngilu di d**a melihat senyum David pudar. "Kamu enggak nanya kapan aku kembali?" "Memangnya penting?" Wanita berwajah barbie itu menghela

