“Bangunkan Daddy, Sayang.” Cella menyuruh Ella yang matanya masih basah menaiki ranjang, di mana Albert masih setia tidur dengan posisi tengkurap. “Ello, mau ikut membangunkan Daddy?” tanya Cella kepada Ello yang masih melingkarkan lengan mungilnya pada lehernya. “Atau mau ikut tidur lagi di samping Daddy seperti Ella?” Ello hanya menggelengkan kepalanya. “Kenapa tidak mau, Sayang?” Cella merasa bingung melihat Double Ell yang sebentar akur, sesaat bertengkar. Cella hanya tersenyum melihat Ella yang sudah merebahkan tubuh kecilnya di samping ayahnya. Dia menggelengkan kepala melihat suaminya tidak terganggu ataupun terbangun dengan Ella yang berusaha merengkuh punggung lebarnya menggunakan lengan mungilnya. “Dasar tidak peka,” gerutu Cella sambil berjalan menghampiri ranjang dengan Ell

