Lima bulan kemudian Jam dua dini hari Cella dan Albert sudah dibangunkan oleh suara tangis kencang Double Ell. Albert yang masih bertelanjang d**a bangun dan segera menghampiri box tempat Double Ell ditidurkan. Cella ikut bangun sambil meraih piyama tidurnya begitu mendengar suara tangis bayi kembarnya dan bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan wajahnya. “Al, kenapa selalu banyak seperti ini tandanya?” gerutu Cella saat keluar dari kamar mandi sambil menunjuk-nunjuk lehernya yang menampakkan hasil karya sang suami. Dengan tersungut-sungut Cella mengambil Ello dari gendongan Albert. Dia menaiki ranjang dan menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang sambil memangku Ello. “Maaf aku hilang kendali, Sayang,” Albert menyengir sambil meraih Ella dari box-nya dan menimangnya, guna mere

